Market Snapshot

IDX: 7,285
+0.42%
S&P 500
5,244 (+0.8%)
Oil (WTI)
$82.50
USD/IDR
15,620

Mengapa Menggunakan Third Party Logistics (3PL)?

Halo teman-teman! Hari ini saya ingin membahas tentang "Mengapa Menggunakan Third Party Logistics (3PL)?". Mungkin sebagian dari kalian sudah familiar dengan istilah 3PL, tapi bagi yang belum tahu, 3PL adalah pihak ketiga yang menyediakan jasa logistik mulai dari pengambilan barang, penyimpanan, pengemasan, pengiriman hingga pengembalian barang.

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan akan logistik semakin meningkat dan kompleks. Banyak perusahaan yang memilih untuk menggunakan jasa 3PL untuk memenuhi kebutuhan logistiknya. Lalu apa alasan yang mendasari penggunaan 3PL?

Pertama, penggunaan jasa 3PL dapat menghemat biaya operasional perusahaan. Sebagai perusahaan, kita tidak perlu menanggung biaya pembelian kendaraan, penyewaan gudang, ataupun biaya operasional lainnya. Semua itu sudah ditangani oleh pihak 3PL.

Kedua, pihak 3PL sudah memiliki jaringan yang luas dan terpercaya. Mereka sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni di bidang logistik, sehingga kita tidak perlu khawatir mengenai pengiriman barang yang terlambat atau rusak.

Contohnya seperti perusahaan online shop yang memilih menggunakan jasa 3PL untuk memenuhi kebutuhan logistiknya. Sebagai seorang pelanggan, pasti kita ingin barang yang kita pesan sampai tepat waktu dan dalam kondisi yang baik bukan? Nah, perusahaan online shop tersebut menggunakan jasa 3PL agar mereka dapat memenuhi kebutuhan logistik dengan lebih efektif dan efisien.

Simulasi penggunaan 3PL dapat kita bayangkan seperti ini: Bayangkan jika kita harus mengirimkan barang ke berbagai tempat dalam waktu yang sangat singkat. Tentunya akan sangat merepotkan dan biaya yang dikeluarkan juga lebih besar. Namun, jika kita menggunakan jasa 3PL, mereka akan menangani semua proses logistik tersebut dan kita hanya perlu membayar biaya yang telah disepakati sebelumnya.

Nah, itulah alasan-alasan mengapa perusahaan memilih menggunakan jasa 3PL. Semoga postingan ini bisa bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi kalian yang sedang mencari solusi untuk masalah logistik di perusahaan kalian. Terima kasih sudah membaca!

Turn Over Inventory

 


Beberapa teman saya di dunia logistik, masih ada beberapa yang bingung tentang apa itu “Turn Over Inventory” dan bagaimana cara menghitungnya. Nah, untuk memudahkan pemahaman, saya akan memberikan sebuah simulasi tentang Turn Over Inventory (TOI).

Bayangkan kita memiliki sebuah toko baju online dengan 1000 pcs stock. Selama 1 bulan, kita berhasil menjual 500 pcs dan sisanya masih tersisa 500 pcs. Maka, turn over inventory kita adalah 500/1000 = 0.5.

Semakin tinggi Turn Over Inventory (TOI), semakin baik kinerja persediaan kita. Idealnya, kita ingin memiliki Turn Over Inventory yang tinggi, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga kita tidak kehabisan stock untuk memenuhi permintaan customer.

Dalam bisnis, Turn Over Inventory dapat dihitung dengan rumus sederhana:

Turn Over Inventory = Biaya barang terjual / Stock barang

Tapi, tidak semua bisnis memiliki persediaan yang sama. Ada bisnis yang memiliki persediaan yang cepat berubah, seperti bisnis makanan dan minuman, sementara ada juga bisnis yang memiliki persediaan yang lambat berubah, seperti bisnis peralatan elektronik.

Untuk bisnis yang memiliki persediaan yang cepat berubah, Turn Over Inventory yang tinggi adalah kunci sukses. Misalnya, restoran sushi harus selalu memperbaharui persediaannya untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan makanan mereka. Dalam hal ini, Turn Over Inventory yang tinggi akan membantu restoran mengoptimalkan penggunaan stock dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Sedangkan untuk bisnis yang memiliki persediaan yang lambat berubah, Turn Over Inventory yang rendah mungkin lebih realistis dan efektif. Misalnya, toko furnitur mungkin tidak perlu memperbaharui stock mereka setiap minggu karena produk mereka tidak berubah secepat itu. Dalam hal ini, Turn Over Inventory yang rendah dapat membantu toko furnitur menghindari kelebihan persediaan dan mengurangi biaya operasional mereka.

Nah, teman-teman, itu dia sedikit simulasi tentang turn over inventory dan bagaimana rumusnya dihitung. Ingatlah bahwa turn over inventory adalah indikator penting untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional. Selalu perhatikan turn over inventory di warehouse dan pastikan untuk mengoptimalkan penggunaan inventory.

Audit Inventory



Audit Persediaan merupakan aktivitas pengecekan barang yang dimiliki oleh perusahaan. Ini adalah kegiatan yang sangat penting dalam bisnis perusahaan untuk memastikan pergerakan barang baik dalam penjualan maupun persediaan barang.

Pengertian Audit Persediaan

Audit Persediaan adalah aktivitas sebuah perusahaan memeriksa dan mencatat inventaris yang dimiliki perusahaan tersebut dengan menggunakan suatu prosedur analisis yang telah ditetapkan.

Oleh karena itu, audit persediaan barang dagang sangat diperlukan untuk mengurangi resiko terjadinya selisih, kehilangan, mengantisipasi kemungkinan terjadinya kecurangan dan memastikan bahwa prosedur telah dilakukan dengan baik sehingga kemudian dapat dibuatlah perbaikan.

Pelaksanaan Audit Persediaan

Pelaksanaan Audit Persediaan dibagi menjadi 2 yaitu Pelaksanaan Periodic dan Pelaksanaan Cycle Counting.

1. Pelaksanaan Periodic

Pelaksaanan Periodic biasanya dilaksanakan sekali dalam satu tahun atau sekali dalam sekian waktu yang lama. Aktivitas Audit ini mencakup keseluruhan inventory perusahaan.

Bagaimana cara mengenali sistem pelaksanaan audit ini, yaitu mengenali ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Saat pelaksanaan, seluruh kegiatan operasional di hentikan.
  • Riskan kesalahan, karena dilaksanakan dalam waktu yang lama, sehingga memaksa semua tenaga kerja yang ahli maupun tidak ahli dikerahkan untuk melakukan control.
  • Kesalahan sering tidak terdeteksi, karena pelaksanaan ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama, sehingga kesalahan-kesalahan yang dulu sudah terakumulasi.
  • Pencarian solusi dari permasalahan yang didapat sulit ditemukan.
  • Semua Inventory perusahaan di hitung.

 

2. Pelaksanaan Cycle Counting

Pelaksaanan Cycle Counting biasanya dilakukan secara terus menerus dengan selang waktu yang pendek, seperti harian, mingguan, dan bulanan. Aktivitas Audit ini hanya mencakup sebagian inventory perusahaan. Pelaksanaan Cycle Counting ini hanya dilakukan oleh karyawan yang ahli dibidang tersebut. Tujuan utama nya adalah mendeteksi kesalahan sejak dini, dan mencegah kesalahan-kesalahan terakumulasi di masa mendatang.

Untuk mengenali sistem pelaksanaan audit ini yaitu dari ciri-ciri berikut:

  • Pelaksanaannya dilakukan sering.
  • Saat pelaksanaan, kegiatan operasional masih terus berjalan.
  • Tingkat kesalahan dalam audit sangat kecil, karena dikontrol lebih sering.
  • Akurasi dari kontrol pelaksanaan ini sangat akurat.

Setiap perusahaan harus mampu, menimbang metode mana yang akan diterapkan. Tetapi alangkah lebih baiknya perusahaan membuat klasifikasi jenis inventory menjadi beberapa seperti Klasifikasi A, B, dan C.

  • Klasifikasi A, untuk inventory yang fast moving
  • Klasifikasi B, untuk inventory yang  slow moving
  • Klasifikasi C, untuk inventory yang non-moving

Misalnya Klasifikasi A, pelaksanaan kontrolnya dilakukan secara harian, Klasifikasi B dilakukan secara mingguan, dan Klasifikasi C dilakukan secara bulanan.

 

Strategi Manajemen Pengiriman Barang (Versi Pengalaman Gue bekerja di Warehouse 10 Tahun)


Pernah gak kamu ngerasa sebel banget karena barang yang kamu tunggu-tunggu gak nyampe-nyampe atau malah rusak pas sampe? Nah, aku ngerti banget rasanya. Setelah kerja di warehouse selama 10 tahun, gue punya beberapa trik manajemen pengiriman barang yang bisa bikin kamu ngerti. Yuk, kita bahas bareng-bareng!


1. Pilih Partner Logistik yang Bener

Pertama-tama, jangan asal pilih partner logistik. Ini kayak milih pasangan hidup, bro. Gue pernah kerja sama perusahaan yang keliatannya oke, tapi aslinya amburadul. Barang sering nyasar, customer jadi ngamuk. Makanya, penting buat pilih partner yang punya track record bagus. Cek review dan testimoni mereka dulu biar gak nyesel.


2. Manfaatin Teknologi Buat Tracking

Di era digital ini, jangan cuma andelin feeling buat ngirim barang. Gunakan teknologi buat tracking barang lo. Banyak aplikasi dan software yang bisa bantu kamu tahu posisi barang secara real-time. Gak ada lagi cerita "maaf, barangnya nyasar ke planet lain". Dengan tracking yang canggih, kamu bisa kasih update ke customer dengan cepat dan akurat.


3. Packing yang Aman dan Kuat

Ini sering diabaikan tapi penting banget. Jangan asal bungkus barang lo, bro. Aku pernah dapet komplain gara-gara barang rusak karena packing yang asal-asalan. Invest sedikit buat packing yang kuat bisa menghindari kerugian besar. Pake bubble wrap, kardus tebel, dan segel yang kuat. Ingat, packing yang bagus itu investasi.


4. Manajemen Stok yang Efisien

Jangan sampe kamu kirim barang yang ternyata udah out of stock. Gue pernah ngalamin customer marah-marah karena barang yang dipesen ternyata habis. Manajemen stok itu penting banget. Gunakan sistem yang bisa kasih kamu informasi update tentang stok barang. Jadi kamu tau kapan harus restock dan kapan harus stop promosi barang yang udah hampir abis.


5. Pilih Mode Pengiriman yang Tepat

Ada banyak cara buat ngirim barang: darat, laut, udara. Pilih yang paling cocok dengan jenis barang dan budget kamu. Kalau barangnya kecil dan urgent, kirim lewat udara. Kalau barangnya gede dan gak buru-buru, kirim lewat laut atau darat. Pilihan yang tepat bisa bikin pengiriman kamu lebih efisien dan hemat biaya.


6. Customer Service yang Responsif

Customer itu raja! Kalau ada masalah dengan pengiriman, pastiin kamu punya customer service yang responsif. Aku pernah dapet komplain yang akhirnya bisa diselesaikan dengan baik karena customer service ditempat kerja aku selalu standby dan cepat respon. Jadi, pastikan tim customer service kamu siap bantu kapan aja.


Untungnya aku udah ngalamin segala drama di dunia warehouse selama 10 tahun. Mulai dari barang hilang, rusak, sampe customer yang ngamuk. Dari situ kami belajar kalau strategi manajemen pengiriman barang itu gak bisa asal-asalan. Butuh perencanaan yang matang, partner yang bisa diandalkan, teknologi yang canggih, dan customer service yang selalu siap sedia.

Strategi manajemen pengiriman barang yang baik bisa bikin bisnis kamu makin lancar dan customer makin puas. Jangan sampe kamu kehilangan customer gara-gara masalah pengiriman. Investasi sedikit di awal bisa bikin kamu menghindari kerugian yang lebih besar di masa depan.

Jadi, buat kamu yang lagi ngurusin warehouse dan pengiriman barang, coba deh terapin strategi-strategi di atas. Dijamin, pengiriman barang kamu bakal lebih lancar, customer happy, dan bisnis tempat kerja kamu makin maju. Setuju gak?



Mengapa pengiriman logistik sering dilakukan di laut dari pada udara?


Pernah gak sih mikir, "Kenapa sih pengiriman logistik tuh sering banget lewat laut, bukannya lewat udara aja yang jelas lebih cepat?" Nah, disini aku bakal jelasin kenapa laut lebih jadi pilihan, dan tenang aja, ini gak bakal bikin kamu ngantuk kayak baca buku pelajaran.


Pertama-tama, mari kita bicara soal biaya. Pengiriman lewat udara itu mahal bange loh! Bayangin aja, kamu ngirim barang pake pesawat, biayanya bisa bikin dompet nangis. Sementara itu, pengiriman lewat laut? Jauh lebih murah. Beda tipis lah kayak beli kopi di coffe shop sama kopi starling (starbuck keliling) Logikanya simpel, pengiriman lewat laut bisa bawa barang lebih banyak dengan biaya yang lebih rendah.


Ada lagi yang bilang, "Tapi kan lama, bro!" Ya emang, kapal laut gak bisa terbang kayak pesawat. Tapi kalo kamu gak buru-buru, ini pilihan yang paling masuk akal. Contohnya aja, perusahaan-perusahaan gede yang ngirim ribuan kontainer barang dari satu kota ke kota lain yang berbeda pulau. Kalau semuanya dikirim lewat udara, bangkrut dong mereka.


Kedua, soal kapasitas. Pesawat emang keren, bisa terbang tinggi dan cepat, tapi kapasitasnya terbatas. Bayangin kamu mau ngirim mobil atau mesin-mesin berat pake pesawat, bisa sih, tapi terbatas banget. Kapal laut? Gak masalah! Mau ngirim barang segede gaban pun, kapal laut bisa nampung. Ibaratnya, pesawat itu kayak kantong kecil, sementara kapal laut itu ransel gede yang bisa bawa segalanya.


Trus, soal keberlanjutan. Pengiriman lewat laut cenderung lebih ramah lingkungan dibanding lewat udara. Emisi karbon yang dihasilkan pesawat itu gede banget. Jadi kalo kamu peduli sama bumi dan pengen ngurangin jejak karbon, pengiriman lewat laut adalah pilihan yang lebih baik. Mungkin ini kayak kamu milih naik sepeda ke kantor daripada naik mobil pribadi tiap hari.


Pengiriman logistik lewat laut itu emang lebih lambat, tapi lebih murah, bisa nampung lebih banyak barang, dan lebih ramah lingkungan. Jadi gak heran kalo banyak perusahaan milih jalur ini. Emang kadang kita pengen semuanya serba cepat, tapi dalam dunia logistik, efisiensi biaya dan kapasitas lebih penting.


Dan satu lagi, ingetlah bahwa setiap pilihan punya plus minusnya sendiri. Kalo kamu lagi butuh barang cepet dan barangnya kecil, pesawat bisa jadi pilihan. Tapi kalo barangnya gede dan gak buru-buru, mending lewat laut aja. So, next time kamu liat kapal kontainer gede di laut, kamu udah tau kan kenapa mereka lebih dipilih?


Postingan Lama
Gabung Komunitas Trader