Market Snapshot

IDX: 7,285
+0.42%
S&P 500
5,244 (+0.8%)
Oil (WTI)
$82.50
USD/IDR
15,620

Kerja di Warehouse, Maunya Senin-Jumat, WEEKEND LIBUR. Bisa gak sih?

Di zaman sekarang, nyari kerja itu kayak nyari jodoh. Susah-susah gampang. Apalagi kalau punya kriteria khusus, kayak kerja di warehouse tapi maunya cuma Senin sampai Jumat aja, weekend libur. Wah, tantangan banget gak tuh.

Orang yang udh lama kerja di warehouse sering bilang, "Emang ada ya warehouse sabtu-minggu libur?" Jawabannya: ada, tapi mesti jeli nyarinya.

Pertama-tama, kita harus sadar kalau warehouse itu identik sama kerja keras. Barang masuk, barang keluar, hampir gak kenal waktu. Banyak yang berpikir kerja di warehouse itu pasti masuk shift malam atau masuk weekend. Tapi tenang, sekarang banyak juga kok perusahaan yang ngerti arti pentingnya work-life balance. Jadi, gak semua kerjaan warehouse itu harus korbanin Sabtu-Minggu.

Trus, gimana caranya biar dapet kerjaan idaman ini? Tips pertama: riset, riset, riset! Cari perusahaan yang emang punya kebijakan kerja yang fleksibel. Biasanya perusahaan besar punya divisi warehouse yang operasionalnya lebih teratur. Gak jarang mereka punya jadwal kerja yang ramah karyawan, kayak Senin-Jumat, weekend libur.

Kedua, perhatiin iklan lowongan kerja dengan lebih detail. Kadang info soal jadwal kerja itu ada di bagian bawah iklan, kecil banget tulisannya. Jadi jangan malas baca sampai akhir. Dan jangan ragu buat tanya pas interview. Ini penting biar gak nyesel di kemudian hari.

Trus, gimana kalau interview? Nah, ini kesempatan emas buat jual diri kita ke perusahaan. Jangan cuma fokus cerita soal pengalaman, tapi tunjukin juga kalau kamu bisa jadi aset berharga buat mereka. Bilang aja kalau kamu lebih produktif dan semangat kalau bisa punya waktu istirahat yang cukup di weekend. Jadi pas Senin datang, kamu ready to go full speed.

Nyari kerja sesuai kriteria itu mungkin, asal kita gak males dan jeli nyarinya. Dan inget, jangan cuma asal apply, tapi pilih yang bener-bener sesuai kebutuhan dan harapan. Karena kerja itu gak cuma soal gaji, tapi juga soal kebahagiaan dan keseimbangan hidup.

Jadi, buat kamu yang lagi hunting kerjaan warehouse Senin-Jumat, semangat
terus! Percaya deh, dengan usaha dan strategi yang tepat, pasti bisa dapet kerjaan impian. Weekend bisa tetep santai, nonton Netflix, atau jalan-jalan sama keluarga. Setuju kan?






Mengapa Menggunakan Third Party Logistics (3PL)?

Halo teman-teman! Hari ini saya ingin membahas tentang "Mengapa Menggunakan Third Party Logistics (3PL)?". Mungkin sebagian dari kalian sudah familiar dengan istilah 3PL, tapi bagi yang belum tahu, 3PL adalah pihak ketiga yang menyediakan jasa logistik mulai dari pengambilan barang, penyimpanan, pengemasan, pengiriman hingga pengembalian barang.

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan akan logistik semakin meningkat dan kompleks. Banyak perusahaan yang memilih untuk menggunakan jasa 3PL untuk memenuhi kebutuhan logistiknya. Lalu apa alasan yang mendasari penggunaan 3PL?

Pertama, penggunaan jasa 3PL dapat menghemat biaya operasional perusahaan. Sebagai perusahaan, kita tidak perlu menanggung biaya pembelian kendaraan, penyewaan gudang, ataupun biaya operasional lainnya. Semua itu sudah ditangani oleh pihak 3PL.

Kedua, pihak 3PL sudah memiliki jaringan yang luas dan terpercaya. Mereka sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan yang mumpuni di bidang logistik, sehingga kita tidak perlu khawatir mengenai pengiriman barang yang terlambat atau rusak.

Contohnya seperti perusahaan online shop yang memilih menggunakan jasa 3PL untuk memenuhi kebutuhan logistiknya. Sebagai seorang pelanggan, pasti kita ingin barang yang kita pesan sampai tepat waktu dan dalam kondisi yang baik bukan? Nah, perusahaan online shop tersebut menggunakan jasa 3PL agar mereka dapat memenuhi kebutuhan logistik dengan lebih efektif dan efisien.

Simulasi penggunaan 3PL dapat kita bayangkan seperti ini: Bayangkan jika kita harus mengirimkan barang ke berbagai tempat dalam waktu yang sangat singkat. Tentunya akan sangat merepotkan dan biaya yang dikeluarkan juga lebih besar. Namun, jika kita menggunakan jasa 3PL, mereka akan menangani semua proses logistik tersebut dan kita hanya perlu membayar biaya yang telah disepakati sebelumnya.

Nah, itulah alasan-alasan mengapa perusahaan memilih menggunakan jasa 3PL. Semoga postingan ini bisa bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi kalian yang sedang mencari solusi untuk masalah logistik di perusahaan kalian. Terima kasih sudah membaca!

Turn Over Inventory

 


Beberapa teman saya di dunia logistik, masih ada beberapa yang bingung tentang apa itu “Turn Over Inventory” dan bagaimana cara menghitungnya. Nah, untuk memudahkan pemahaman, saya akan memberikan sebuah simulasi tentang Turn Over Inventory (TOI).

Bayangkan kita memiliki sebuah toko baju online dengan 1000 pcs stock. Selama 1 bulan, kita berhasil menjual 500 pcs dan sisanya masih tersisa 500 pcs. Maka, turn over inventory kita adalah 500/1000 = 0.5.

Semakin tinggi Turn Over Inventory (TOI), semakin baik kinerja persediaan kita. Idealnya, kita ingin memiliki Turn Over Inventory yang tinggi, tetapi tidak terlalu tinggi sehingga kita tidak kehabisan stock untuk memenuhi permintaan customer.

Dalam bisnis, Turn Over Inventory dapat dihitung dengan rumus sederhana:

Turn Over Inventory = Biaya barang terjual / Stock barang

Tapi, tidak semua bisnis memiliki persediaan yang sama. Ada bisnis yang memiliki persediaan yang cepat berubah, seperti bisnis makanan dan minuman, sementara ada juga bisnis yang memiliki persediaan yang lambat berubah, seperti bisnis peralatan elektronik.

Untuk bisnis yang memiliki persediaan yang cepat berubah, Turn Over Inventory yang tinggi adalah kunci sukses. Misalnya, restoran sushi harus selalu memperbaharui persediaannya untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan makanan mereka. Dalam hal ini, Turn Over Inventory yang tinggi akan membantu restoran mengoptimalkan penggunaan stock dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Sedangkan untuk bisnis yang memiliki persediaan yang lambat berubah, Turn Over Inventory yang rendah mungkin lebih realistis dan efektif. Misalnya, toko furnitur mungkin tidak perlu memperbaharui stock mereka setiap minggu karena produk mereka tidak berubah secepat itu. Dalam hal ini, Turn Over Inventory yang rendah dapat membantu toko furnitur menghindari kelebihan persediaan dan mengurangi biaya operasional mereka.

Nah, teman-teman, itu dia sedikit simulasi tentang turn over inventory dan bagaimana rumusnya dihitung. Ingatlah bahwa turn over inventory adalah indikator penting untuk menjaga kesehatan keuangan bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional. Selalu perhatikan turn over inventory di warehouse dan pastikan untuk mengoptimalkan penggunaan inventory.

Peran dan Manfaat Gudang

Seperti yang diketahui, gudang adalah sebuah tempat yang digunakan untuk menyimpan berbagai barang logistik sebelum akhirnya dijual ataupun didistribusikan. Namun, tahukah kamu apa saja jenis-jenis gudang dan fungsinya? Lantas apa peran Gudang untuk perusahaan ?

1. Sebagai Gudang Supplier

Gudang supplier adalah Gudang yang menyediakan produk kepada user lain. Contoh barang-barang yang disediakan yaitu raw material atau components. 

Gudang ini biasanya digunakan untuk me-suppply barang ke Pabrik-pabrik atau Gudang Manufaktur

2. Sebagai Gudang Manufaktur.

Gudang Manufaktur meliputi 3 jenis tipe biasanya yaitu Raw Material, Work-in-progress, dan Finished goods. 

Raw Material : dikhususkan guna penyimpanan material mentah sebagai bahan baku produksi barang. Contohnya bijih besi, karet, pohon, hasil pertanian, dan lain sebagainya. Warehouse jenis ini biasanya banyak terdapat di kawasan industri agar mudah diakses ketika akan melakukan pemrosesan produksi barang.

Work-in-progress : Aktivitas produksi memerlukan beberapa tahap proses yang harus dilewati. Sebelum didistribusikan kepada para pelanggan secara massal, barang-barang tersebut perlu diberikan perlakukan khusus. Misalnya penempelan label, proses pengemasan ulang, dan sebagainya. Ini bisa dibilang sebagai tahapan setengah jadi. Barang setengah jadi tersebut selanjutnya akan diproses lebih lanjut sampai benar-benar menjadi hasil produksi yang sempurna. Untuk menjalankan proses seperti penempelan label maupun pengemasan ulang dan sebagainya, tentu memerlukan ruangan khusus sebagai tempat penyimpanan. Tempat penyimpanan ini disebut dengan warehouse untuk barang setengah jadi.

Finished goods : untuk menyimpan produk jadi setelah melalui serangkaian tahapan produksi. Produk yang lolos pengujian dan siap dipasarkan akan disimpan pada warehouse tipe ini

3. Sebagai Gudang Distribution Center

Untuk memaksimalkan manajemen rantai pasok, sebuah perusahaan biasanya turut menyediakan distribution center. Distribution center adalah tempat penyimpanan produk atau barang yang selanjutnya akan disalurkan ke pengecer maupun grosir.

Salah satu tugas Gudang distribution center adalah untuk melancarkan aliran barang ke retail dalam jumlah banyak.

Sebagai contoh, Perusahaan es krim akan memiliki distribution center yang dilengkapi oleh alat pendingin udara canggih. Maka dari itu, kualitas produknya akan tetap terjaga

4. Sebagai Gudang Retail

Dapat dikatakan gudang yang memiliki toko yang menjual barang langsung ke konsumen.


Secara sederhananya, berikut gambaran peran Gudang berdasarkan fungsinya :






Strategi Manajemen Pengiriman Barang (Versi Pengalaman Gue bekerja di Warehouse 10 Tahun)


Pernah gak kamu ngerasa sebel banget karena barang yang kamu tunggu-tunggu gak nyampe-nyampe atau malah rusak pas sampe? Nah, aku ngerti banget rasanya. Setelah kerja di warehouse selama 10 tahun, gue punya beberapa trik manajemen pengiriman barang yang bisa bikin kamu ngerti. Yuk, kita bahas bareng-bareng!


1. Pilih Partner Logistik yang Bener

Pertama-tama, jangan asal pilih partner logistik. Ini kayak milih pasangan hidup, bro. Gue pernah kerja sama perusahaan yang keliatannya oke, tapi aslinya amburadul. Barang sering nyasar, customer jadi ngamuk. Makanya, penting buat pilih partner yang punya track record bagus. Cek review dan testimoni mereka dulu biar gak nyesel.


2. Manfaatin Teknologi Buat Tracking

Di era digital ini, jangan cuma andelin feeling buat ngirim barang. Gunakan teknologi buat tracking barang lo. Banyak aplikasi dan software yang bisa bantu kamu tahu posisi barang secara real-time. Gak ada lagi cerita "maaf, barangnya nyasar ke planet lain". Dengan tracking yang canggih, kamu bisa kasih update ke customer dengan cepat dan akurat.


3. Packing yang Aman dan Kuat

Ini sering diabaikan tapi penting banget. Jangan asal bungkus barang lo, bro. Aku pernah dapet komplain gara-gara barang rusak karena packing yang asal-asalan. Invest sedikit buat packing yang kuat bisa menghindari kerugian besar. Pake bubble wrap, kardus tebel, dan segel yang kuat. Ingat, packing yang bagus itu investasi.


4. Manajemen Stok yang Efisien

Jangan sampe kamu kirim barang yang ternyata udah out of stock. Gue pernah ngalamin customer marah-marah karena barang yang dipesen ternyata habis. Manajemen stok itu penting banget. Gunakan sistem yang bisa kasih kamu informasi update tentang stok barang. Jadi kamu tau kapan harus restock dan kapan harus stop promosi barang yang udah hampir abis.


5. Pilih Mode Pengiriman yang Tepat

Ada banyak cara buat ngirim barang: darat, laut, udara. Pilih yang paling cocok dengan jenis barang dan budget kamu. Kalau barangnya kecil dan urgent, kirim lewat udara. Kalau barangnya gede dan gak buru-buru, kirim lewat laut atau darat. Pilihan yang tepat bisa bikin pengiriman kamu lebih efisien dan hemat biaya.


6. Customer Service yang Responsif

Customer itu raja! Kalau ada masalah dengan pengiriman, pastiin kamu punya customer service yang responsif. Aku pernah dapet komplain yang akhirnya bisa diselesaikan dengan baik karena customer service ditempat kerja aku selalu standby dan cepat respon. Jadi, pastikan tim customer service kamu siap bantu kapan aja.


Untungnya aku udah ngalamin segala drama di dunia warehouse selama 10 tahun. Mulai dari barang hilang, rusak, sampe customer yang ngamuk. Dari situ kami belajar kalau strategi manajemen pengiriman barang itu gak bisa asal-asalan. Butuh perencanaan yang matang, partner yang bisa diandalkan, teknologi yang canggih, dan customer service yang selalu siap sedia.

Strategi manajemen pengiriman barang yang baik bisa bikin bisnis kamu makin lancar dan customer makin puas. Jangan sampe kamu kehilangan customer gara-gara masalah pengiriman. Investasi sedikit di awal bisa bikin kamu menghindari kerugian yang lebih besar di masa depan.

Jadi, buat kamu yang lagi ngurusin warehouse dan pengiriman barang, coba deh terapin strategi-strategi di atas. Dijamin, pengiriman barang kamu bakal lebih lancar, customer happy, dan bisnis tempat kerja kamu makin maju. Setuju gak?



Postingan Lama
Gabung Komunitas Trader